Merantau dan Nilai-nilainya……..

Dalam Tradisi Minangkabau, setiap anak laki-laki suatu hari akan pergi meninggalkan tanah kelahiran mereka, dan berjalan mencari pengalaman hidup. Pengalaman hidup yang akan membuatnya menjadi  lelaki sejati.

Film Merantau

Kalimat ini akan anda temukan diawal penayangan trailer Film Merantau di Website resminya. Sebuah rangkaian kalimat yang entah bagaimana terasa sangat menyentuh dan menginspirasi saya.

Film ini berkisah tentang Seorang tokoh utama yang bernama Yuda (Iko Uwais), seorang ahli bela diri Silat Harimau dari Minangkabau, Sumatra Barat. Yuda yang sama seperti pemuda pemuda daerahnya yang lain akan menjalani budaya warisan nenek moyang mereka yaitu “Merantau,” meninggalkan segala kenyamanan di kampung halaman mereka dan menuju ke hiruk pikuknya kota besar Jakarta Sebagai sarana penempa mental dan pendewasaan, juga harap harap bisa mendapatkan kesuksesan yang menciptakan nama besar saat mereka kembali ke kampung halaman nantinya. (http://www.filmpendek.com/film-merantau/1678)

merantau

Banyak orang bilang asam garam dalam kehidupan akan mendewasakan diri kita. Lika-liku kehidupan akan mematangkan mental dan diri seseorang, siapa kuat akan bertahan namun siapa yang lemah kan tersingkir.

Dua kata yang tidak asing bagi saya dari Film ini adalah Minangkabau dan Silat. Kebetulan saya sendiri berdarah asli Minangkabau, dan sejak tahun 1994 menggeluti Pencak Silat sebagai olahraga yang digemari.

Banyak cara dan banyak jalan untuk mencapai kedewasaan itu. Menurut saya bukanlah Merantau, Silat, ataupun Minangkabau yang dijual dalam Film ini. Namun nilai-nilai yang terkandung dalam cerita akan memberi spirit sekaligus motivasi dan inspirasi bagi kita semua.

Indonesia begitu luas, begitu banyak nilai-nilai luhur yang diturunkan oleh leluhurnya. Seperti halnya dalam tradisi Minangkabau yang menjadikan Merantau sebagai jalan dan cara dalam menempa diri guna menuju kematangan. Silat menjadi symbol “bekal” yang dibawa dalam mengarungi kehidupan. Artinya dalam kehidupan ini kita tidak mungkin mempasrahkan diri begitu saja, membiarkan mengalir mengikuti arus tanpa adanya kejelasan. Harus ada Ilmu, harus ada Usaha, dan Harus ada Doa. Setelah  itu ikhlaskan diri dalam menerima kehidupan ini.

2 Tanggapan

  1. Saya ud ntn filmnya.. bgs..

  2. Yap, pantas untuk ditonton…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: