Solusi Mengatasi Kemacetan Jakarta

Nikmatnya Jakarta kala sebagian penduduknya sedang mudik. Kalimalang – Manggarai cukup ditempuh dengan waktu 20 menit-an. Ah seandainya Jakarta seperti sekarang ini terus pasti nggak perlu uber-uberan sama waktu. Tapi nggak mungkinlah Jakarta-kan Ibu Kota Negara, Jakarta-kan kota Metropolitan yang mobilitas penduduknya sangat tinggi, memangnya Jakarta Cuma kota yang setingkat Kabupaten ?

Pada hari terakhir bulan puasa, saya dan dua orang teman berangkat ke sebuah Masjid kecil di seberang kantor untuk menunaikan shalat ashar berjama’ah. Selepas shalat kami berehat sejenak sambil memperhatikan kesibukan para panitia zakat di masjid itu. Tidak lama kemudian terdengar salam “Assalamu’alaikum” kami pun sontak menjawabnya “Wa’alaikumsallam”. Ternyata salam tersebut datang dari seorang Direksi dimana kami bekerja. Beliau memang seorang muslim yang ta’at, Insya Allah. Beliau juga sering menasehati kami untuk selalu menjaga shalat dan mengerjakannya berjama’ah di Masjid. Alhamdulillah, dikala kebanyakan para pekerja merasa kesulitan hingga tak jarang yang shalatnya terlalaikan akibat tuntutan pekerjaan, kami justru mendapatkan kemudahan akan hal ini, terutama dari beliau yang selalu mewanti-wanti para staff-nya untuk tidak melalaikan shalat.

Beliau-pun bergabung dengan kami, asyik sekali perbincangan sore itu. Hingga sampailah kami pada topik kemacetan di Jakarta. Ada perkataan beliau yang sangat indah sekali ; “Seandainya orang Muslim di Jakarta ini selalu menjaga shalatnya, tentu saja Jakarta tidak akan semacet ini”, maksudnya ? “Ya, seandainya kaum muslimin di Jakarta selalu menjaga shalatnya dengan berjama’ah dan tepat waktu (terutama bagi laki-laki) tentu saja di pikiran mereka bukan bagaimana bisa secepatnya sampai di rumah, tapi mereka akan berpikir akan shalat di masjid mana saya Maghrib ini.”

Dengan demikian akan banyak para pengguna kendaraan yang menepikan dulu kendaraannya di masjid-masjid menjelang shalat maghrib tiba. sehingga kepadatan kendaraan akan terpecah dan kemacetan pasti berkurang. Sayangnya kaum muslimin di Jakarta belum semuanya menyadari akan kewajiban shalat berjama’ah itu, sehingga rasanya Jakarta akan selalu macet dan macet.

Sebuah pemikiran yang sederhana, namun besar sekali dampaknya bila terealisasikan, Insya Allah. Kapan anda akan memulainya ?

2 Tanggapan

  1. Pemikiran yang amat bagus sekali, gimana kalau dimulai dengan ajakan disekitar teman2 dekat dulu. Sholat tepat waktu dan ber-jamaah, berpahala dan mengurangi kemacetan, sudah tentu berpahala juga🙂

  2. Salam kenal Kanjeng Ragil,
    Benar sekali ada baiknya kita mulai dari diri sendiri dan kemudian kepada orang-orang terdekat diantara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: