Ada Apa dengan Susu Formula ?

Kemarin sore seorang teman menanyakan kepada saya susu formula yang diminum Aisyah bayi kami. Saya menggeleng, “nggak tuh, nggak minum susu formula, masih pake ASI.”, “Loh bukannya udah enam bulan” teman saya balik bertanya.”, “Iya, Cuma dikasih makanan tambahan aja seperti bubur dan biskuit, susunya tetap ASI.”. “Memangnya kenapa?” saya balik bertanya, “Nggak, gue pengen jual susu anak gue nih (sambil menyebut sebuah merek), habis anak gue alergi sama susu sapi, mana udah beli sepuluh kotak pula.”

“Loh bukannya anak loe emang udah minum susu formula dari lahir kok baru sekarang ketahuan alerginya?” saya kembali bertanya, “Iya, sebenarnya dari dulu udah ada gejalanya tapi gue nggak berpikir kalau itu alergi, tadinya gue kira biang keringat eh lama kelamaan kok tambah banyak dan tebal….., pas gue periksa kemarin ternyata anak gue alergi terhadap susu sapi.”

wah…..wah……., ini yang salah siapa ya ?

Apa jangan-jangan sebenarnya nggak ada tuh yang namanya susu formula buat bayi di bawah 6 bulan. karena dari salah satu artikel yang saya baca, WHO sendiri melarang adanya promosi susu formula untuk bayi dibawah 1 tahun, ini menunjukkan bahwa susu formula sangat tidak direkomendasikan bagi bayi. Dan pemerintah pun sebenarnya juga mengatur hal yang sama, namun sayangnya para produsen susu formula lebih gencar memasarkan produknya di banding pendidikan yang diberikan pemerintah akan pentingnya ASI. Berbagai cara mereka (produsen) lakukan, seperti membagikan sampel hingga “mencekoki” secara paksa susu formula kepada bayi-bayi di rumah sakit.

Bukan itu saja sebulan sebelumnya, bayi teman saya ini pun sempat dirawat selama 3 hari di rumah sakit akibat menderita diare. Alhamdulillah bayi saya yang sekarang telah berusia 6 bulan belum sekali pun sakit, apakah itu demam, diare, batuk, flu dan sebagainya. Daya tahan tubuhnya kuat sekali, selalu ceria dan energik. Pertumbuhan badannya pun proposional tidak gemuk yang gelembung kayak balon, tapi tetap montok dan tampak sehat sekali.

Lagi-lagi saya bersyukur istri saya bisa memberikan ASI Eksklusif bagi bayi kami. Selain tidak mengeluarkan biaya yang besar bayi kami pun tumbuh sehat dan pintar.

2 Tanggapan

  1. Selebihnya; ASI konon juga menambah rasa kasing-sayang Ibu ke Anak & sebaliknya.

  2. Pastinya, dan itu telah kami buktikan sendiri. Bahkan ketika kami melakukan program inisiasi dini, kami melihat sendiri bagaimana kontak batin antara anak dan kehangatan kasih sayang seorang ibu terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: