Ramadhan Peluang Memulai Bisnis

Sebagai karyawan tentu saja bulan Ramadhan menjadi bulan istimewa karena saya dan kebanyakan karyawan lainnya bakal mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Namun tahun ini saya coba banting stir, THR tidak lagi sebagai “sesuatu” yang ditunggu dan dihabiskan. Saya justru mencoba untuk melirik THR orang lain guna membiayai kebutuhan hari raya saya dan keluarga, kok bisa….????

Peluang, itulah kata yang selalu mengisi otak saya beberapa waktu terakhir ini. Ya Bulan puasa selain berpeluang untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya juga merupakan bulan yang memiliki peluang untuk meraup rupiah sebanyak-banyaknya pula. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan orang justru memiliki sifat konsumtif yang berliapt-lipat di bulan puasa. Entah karena merasa ada penambahan pendapatan di bulan itu (THR) atau memang merasa bulan puasa wajib untuk dirayakan karena hanya datang satu tahun sekali.

Makanya saya mencoba memulai untuk berbisnis, modalnya tidak terlalu besar. Lima puluh persen dari kegiatan bisnis saya justru NOL Rupiah. Saya memanfaatkan barang dagangan kenalan saya, selebihnya saya membuka komunikasi dengan distributor-distributor yang saya temui dan saya kenal beberapa hari sebelum bisnis ini dimulai.

Hasilnya lumayan, satu minggu berjalan omzet saya sudah dua juta rupiah. Mungkin bagi pengusaha kelas mahir omzet segitu masih terlalu kecil ya ……, tapi Alhamdulillah ini berarti saya sudah mengantongi keuntungan Rp. 400.000 dalam satu minggu.

Apakah saya membanting tulang untuk itu semua, enggak juga kok ! semua pemasaran saya serahkan kepada beberapa orang yang dapat saya percaya. Mereka adalah rekan-rekan kerja yang hobi menjajakan berbagai produk di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan memanfaatkan jaringan yang telah mereka miliki saya pun nggak perlu repot-repot door to door untuk menjajakan barang dagangan, orderan pun berdatangan.

Tugas saya tinggal melakukan pembayaran saja ke tempat saya mengambil barang, itupun bisa dilakukan satu minggu sekali. Semua orderan yang saya pinta diantar langsung ke tempat saya sehingga tidak memerlukan banyak biaya.

Apa sih bisnis yang saya lakukan ?

Kebetulan saya bekerja di sebuah perusahaan retail, dimana saya mengenal banyak pengusaha garment. Diantara mereka ada yang bersedia untuk membantu bisnis saya ini, dari mereka saya bisa mendapatkan margin yang cukup bagus hingga 50% dari pricetag. Namun tentu saja saya tidak menjualnya dengan harga yang tertera di price tag, cukup saya naikkan 20% saja dari harga suplier. Dengan begitu para pemasar saya pun bergairah karena mereka tetap bisa menjual barang berkualitas dengan harga yang masih jauh dibandingkan harga Dept store. Untuk produk yang saya dapatkan dari suplier ini adalah produk pakaian kerja pria, dari yang Formal hingga yang semi formal sehingga bisa juga digunakan untuk berhari raya.

Selain itu saya juga mendapatkan barang dari sebuah distributor garment yang juga memiliki beberapa outlet di sebuah pusat perbelanjaan grosiran. Padahal saya baru menjalin hubungan dengan mereka, tepatnya beberapa hari saja menjelang masuknya bulan puasa. Produk apa yang saya dapatkan dari mereka ? yaitu baju Koko, nah ini juga peluang yang cukup menggiurkan loh. Kebutuhan masyarakat akan baju koko di bulan puasa juga cukup tinggi, ini terbukti orderan baju koko terus mengalir. Bisa jadi baju koko tersebut mereka gunakan untuk shalat Tarawih atau untuk persiapan shalat Ied nanti. Bagaimana saya mendapatkan modalnya ? awalnya saya membeli satu lusin baju koko Cash, meski saya tahu ada resiko gagal disana. Namun inilah bisnis, yang penuh resiko namun penuh janji. Dua hari kemudian saya mendatangi lagi tempat tersebut, dari awal perkenalan saya sudah melakukan pendekatan dengan pemiliknya sehingga pada pertemuan kedua saya langsung melakukan negosiasi. Hasilnya saya bisa langsung membawa barang tanpa melakukan pembelanjaan, dengan syarat untuk pengambilan selanjutnya saya mesti melunasi pengambilan sebelumnya, DEAL !!!

Inilah seninya berbisnis, ada relasi, komunikasi, dan negosiasi. Dan dibisnis ada suka dan duka, ada kenikmatan tertentu terhdap keuntungan yang diperoleh meski hanya sepuluh atau dua puluh ribu saja. Saya pun akhirnya mengetahui mengapa para usahawan itu lebih cepat kaya dibandingkan karyawan. Karena mereka lebih bisa menghargai uang dan lebih bisa memanfaatkan uang dengan baik. karena untuk mendapatkan uang mereka mesti mendapatkan keuntungan.

Mungkinkah bisnis ini akan berlanjut ? Wallahu’alam……., namun saya akan terus melihat peluang di sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: