Nyawa itu Melayang dari atas Motor !

metro-tv.jpg

Menginggat begitu banyaknya korban meninggal yang berasal dari para pengendara motor pada musim mudik tahun ini, maka perlu rasanya masing-masing kita terutama para pengendara motor untuk bisa mengevaluasi dan menginstropeksi diri lagi. nggak main-main hampir 75% korban nyawa dari kecelakaan tersebut adalah mudikers, siapa yang bertanggung jawab atas ini semua ?

Menggunakan motor sebagai alat transportasi jarak jauh rasanya memang tidak terlalu di referensikan, namun bila itu merupakan sebuah pilihan jangan hanya modal nekat !

Kebetulan saya tinggal di daerah Kalimalang (Jakarta-Timur), dimana setiap musim mudik banyak dari para pemudik yang melalui jalur ini. Selain itu beberapa posko peristirahatan pun dibangun di sekitar daerah itu, sehingga seringkali saya melihat gerombolan mudikers yang mampir disana. Sepintas saya menilai bahwa sebagian besar dari mudikers hanya bermodalkan nekat, tanpa persiapan yang memadai mengenai keselamatan dalam berkendara. Banyak piranti-piranti keselamatan dan perlengkapan berkendara yang tidak memenuhi standar keselamatan, kita coba bahas yang sepintas mudah dan murah namun terabaikan ini.

Spion ! nggak sedikit loh motor-motor yang akan dipakai mudik ini hanya memakai kaca spion yang besarnya nggak lebih dari kaca bedak istri saya, kecillll banget ! Spion standar yang diberikan pabrikan dilepas demi mengejar tampilan, padahal dengan membatasi pandangan terhadap lawan sekitar sungguh sangat membahayakan bisa-bisa nyawa tergilas…!!!

Ban ! pemeriksaan kelayakan ban tidak sebatas hanya pada ban luar saja, ban dalam pun jangan sampai terlewatkan. Ban dalam yang telah dipakai dalam jangka waktu lama kondisinya sudah tidak ideal lagi, apalagi jika digunakan untuk perjalanan jauh. Selain sudah getas (rapuh) bisa jadi ban dalam tersebut sudah dalam keadaan bunting alias pada beberapa bagian terdapat benjolan akibat adanya perbedaan tekanan angin. Nah keadaan yang sudah tidak layak ini bisa menjadi penyebab ban meletus tiba-tiba, bayangkan jika terjadi pada saat kecepatan sedang tingi, hi….hi….!

Helm ! nggak sedikit loh para mudikers yang hanya mengandalkan helm cetok sebagai alat pengaman kepala mereka. Padahal helm model begini sangat tidak layak digunakan baik dalam perjalanan jarak dekat apalagi jauh. Perlindungan kepala sangat minim sekali; wajah, kepala bagian belakang, dan telinga tidak terlindungi sama sekali. Dengan kondisi seperti ini bila terjatuh bisa di jamin kepala biker’s pasti langsung bonges alias bonyok! Sangat disarankan bagi anda yang akan melakukan perjalanan menggunakan motor untuk memperhatikannya, gunakanlah helm yang telah memenuhi standar keselamatan kalau bisa yang model full face!

Kondisi perjalanan ketika musim mudik tidak rubahnya seperti konvoi touring, motor berjalan bergerombol dan iring-iringan. Nah pengetahuan mengenai tata cara dan etika melakukan konvoi sedikit banyak harus diketahui juga oleh mereka mudiker’s. Dibeberapa kejadian yang saya dengar kecelakaan terjadi akibat kendaraan yang di depan melakukan rem mendadak sehingga tabrakan beruntun tidak terhindarkan. Ini membuktikan kalau pengetahuan mereka nol akan etika berkendara ketika dalam sebuah konvoi. Padahal formasi, jarak antar kendaraan, serta kecepatan harus lebih diperhatikan dan konsentrasi yang tinggi sangat dituntut dalam kondisi seperti ini.

Mungkin apa yang saya bahas hanya sekelumit dari ribuan factor yang menyebabkan kenapa kecelakaan itu bisa terjadi. Setidaknya factor yang berasal dari internal dapat kita minimalisir guna pencegahan. Selebihnya tentu kepasrahan dan doa menjadi modal keselamatan juga bagi kita semua hingga sampai ke tujuan.

 

Data & Gambar dari Metro TV

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: