Sutiyoso Maju Jadi Capres 2009

jusuf-kalla.jpg sutiyoso.jpg

Beberapa hari yang lalu Sutiyoso mantan Gubenur DKI Jakarta mendeklarasikan diri untuk maju sebagai Capres dalam Pemilu 2009 nanti. Ah itu sih biasa aja, bukankah udah jadi watak manusia agar selalu jadi lebih….dan lebih….!  puas berkarir di TNI merambah jadi pemimpin di ibu kota negara, dan sekarang berharap bisa  menjadi orang nomor satu di negara ini.

Nah yang lucunya justru datang dari Wapres kita bapak M. Jusuf Kalla yang menanggapi pencalonan Sutiyoso ini, berikut kutipan yang saya ambil dari Antara News:

Menanggapi deklarasi Sutiyoso yang dilakukan jauh-jauh hari, Jusuf Kalla mengatakan pengalaman pilpres 2004 para capres-cawapres hanya perlu waktu efektif sekitar tiga bulan.”Jadi, tak butuh waktu banyak, makin kita tonjol-tonjolkan diri, bisa makin muncul (dicari) kesalahan-kesalahan kita,” kata Jusuf Kalla menambahkan

Bagi Jusuf Kalla terlalu dini bagi seseorang untuk mengembar-gemborkan diri sebagai Capres. Karena pemilihannya sendiri baru akan dilakukan tahun 2009, sangat mudah bagi lawan untuk mencari-cari kesalahan dan menjegal kita untuk maju ke pentas nantinya. Bahkan beliau beranggapan 3 bulan saja sudah cukup untuk menonjolkan diri.

Ha….ha……, Pak Wapres nggak kebakaran jenggotkan ?

Mendengar dan membaca pernyataan ini saya langsung teringat tahun 2004 lalu, ketika menjelang Pemilu acara-acara televisi banyak menayangkan kegiatan-kegiatan para Capres, bahkan kegiatan tersebut hampir tidak pernah mereka lakukan sebelumnya makanya kegiatan mereka ini saya lebih suka mnyebut sebagai acara dagelan. Ada yang makan siang di warteg, jalan-jalan ke pasar tradisional beli bawang sama daun seledri (meski beli secuil dibayar pake lima puluh ribuan), ngumpul bareng tukang ojek, dan lain sebagainya. Seolah-olah para capres ini saling berlomba menonjolkan diri agar berkesan merakyat dan cinta rakyat. Dan seolah-olah pula mereka ini mau peduli dan terjun langsung merasakan penderitaan rakyat. Tapi setelah terpilih, maaf ya pak, korban lapindo yang udah jauh-jauh datang dari sidoarjo ke istana negara aja nggak ada tuh yang mau peduli dan menemui mereka, bahkan hingga saat ini nasib mereka pun belum jelas juga…, piye….?

Apakah ini yang dimaksud dengan 3 bulan waktu efektif itu ? Mungkin dari pengalaman Wapres sendiri waktu 3 bulan udah cukup buat bikin rakyat jatuh cinta sama dia. Nggak perlu menghabiskan waktu yang panjang serta biaya yang mahal. Mungkin Wapres sendiri sadar wong di Indonesia ini lebih banyak yang bodoh daripada yang pinter, lebih banyak yang mati kelaparan dari pada yang mati kekenyangan.

Padahal alangkah bagusnya bila keburukan dan kekurangan para Capres itu dapat terdeteksi lebih dini, dibandingkan baru ketahuan setelah terpilih, kayak pepatah bilang menyesal kemudian tiada gunanya…! Semoga apa yang dilakukan Bang Yos termasuk mengunjungi Mbah Marijan sebagai sebuah langkah maju, bukan semacam acara dagelan yang dimajukan jam tayangnya.

semoga…..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: